| Description |
| Penulis |
: |
Yumna |
| Editor |
: |
Nana Fauzana Azima & Nelfira Anjani |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2024 |
| Jumlah Halaman |
: |
223 |
|
| Penulis |
: |
Wide Salfira, S.Pd. | Dra. Lucila Sri Elmiati | Tensis Warni, S.Pd. |Joni Faisal, S.Pd. |Yeni Fitri, S.Pd. |Susi Adlil Vasia Ningsih, A.Md. | Ade Wulandari, S.Pd.I. | Andina Dwi Wahyu, S.Pd., M.M. |Fiena Afprima, S.S.I. Haikal Hafiy Kurnia | Hilya Izzati Taqiya | Victory Vici Revolusi | Kenzie Fathian Afdhan | Cheryel Aly Alvezzi | Zlarioky Ibra Movic Athalariq Novitra| Hafeeza Khanza |Jovino Putra Mahesa | Chalistha Meydina Bahrum |Wafi Sahidah Ayesha Rabbani | Verin Aures | Aura Shafa Ramadani |Siti Nayzera Syafa Aliqa | Alikha Nur Athifa | Hanamiyuki Syafia |Genzia Tabrisya Fasta |Yollanda Fitri Afani | Syafiq Alkarim Sera | |
| Editor |
: |
Nana Fauzana Azima, Yumna, & Nelfira Anjani |
| Nomor ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2023 |
| Jumlah Halaman |
: |
230 |
|
| Penulis |
: |
Cindy Voice Gulo, Delvira Indriani, &
Demara Fitri |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
37 |
|
| Penulis |
: |
Elfia Sukma, Syahrul R, Zulfadly, Ari Suriani, Rizky Amelia, Nana Fauzana Azima, Chandra, M. Habibi, Nur Azmi Alwi, Adrias |
| Editor |
: |
Zulfadly dan Trinindi Eriswan |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
v+110 |
|
| Penulis |
: |
Aulia Safitri, Berta Dila Muslimah, dan
Dela Kartika |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
38 |
|
| Penulis |
: |
Aura Rhoidatul Qholbi, Azrha Natasya Amalni, dan Chintia Regina Sidabutar |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
35 |
|
| Content | Belajar Akidah Akhlak sering kali terkesan serius dan menegangkan. Hal ini membuat sebagian siswa kurang tertarik dengan pembelajaran Akidah Akhlak. Menganggap pembelajaran Akidah Akhlak sebagai pembelajaran yang membosankan dan tidak memiliki daya tarik.
Hadirnya Kurikulum Merdeka Belajar, turut memberi warna baru terhadap pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah. Akan tetapi, masih terdapat guru yang terkendala dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah.
Buku ini merupakan buku ajar mata kuliah pembelajaran Akidah Akhlak yang dapat dimanfaatkan sebagai panduan bagi guru dan calon guru agar dapat mengajarkan pembelajaran Akidah Akhlak sesuai dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Hadirnya buku ini, diharapkan dapat menjadikan pembelajaran Akidah Akhlak menjadi pembelajaran yang seru dan sellau dinanti oleh siswa. | Aduhai, sedap sekali membaca buku ini! Goresan Tangan
Sang Pemula, benar-benar menggoreskan kisah-kisah yang luar
biasa. Berbagai untai kalimat yang mengharukan, membuat
pembaca semakin penasaran dengan jalan ceritanya. Begitu pula
kisah nan menguras air mata, pembaca pun ikut terbawa
olehnya. Juga cerita penuh tawa nan membahagiakan, hadir
memberikan hiburan dan senyum keceriaan para pembaca.
Buku ini hadir memberikan pesan tentang kehidupan,
kenangan, keberanian, impian, dan optimisme akan masa depan
yang lebih baik. Membaca buku ini dapat memberikan inspirasi
dan menanamkan hal-hal positif bagi para pembaca. Membaca
buku ini akan mengingatkan Anda betapa indahnya kehidupan. | Buku ini disusun berdasarkan keprihatinan penulis terhadap isu bullying (perundungan) di lingkungan sekolah, serta keyakinan bahwa cerita adalah media terbaik untuk membentuk karakter. Tujuannya adalah membantu siswa memahami, mencegah, dan mengatasi perilaku bullying melalui narasi yang menarik.
Materi dalam buku ini dibagi secara bertahap sesuai dengan tingkat pemahaman siswa:
1. Cerita Fabel (Kelas 2 SD): Menggunakan tokoh hewan seperti harimau, gajah, dan kuda untuk
mengenalkan konsep bullying dasar, persahabatan, dan toleransi dengan bahasa yang sederhana.
2. Cerita Parabel (Kelas 3 SD): Menggunakan latar kontekstual di lingkungan sekolah seperti Laboratorium IPA, Perpustakaan, dan Kantin Sekolah. | Buku ini membahas mulai dari hakikat dan ciri-ciri sastra anak, genre dan unsur pembangun karya sastra, hingga praktik apresiasi dan pengajarannya. Uraian dimulai dengan pengertian, ciri, dan fungsi sastra anak, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai genre-genre dalam sastra anak. Selanjutnya, dijelaskan unsur-unsur yang membentuk karya sastra anak secara menyeluruh. Penjelasan mengenai apresiasi sastra anak, manfaatnya, serta tingkatannya turut disajikan sebagai bagian penting dalam pemahaman karya sastra. Buku ini juga menguraikan pendekatan, media, dan strategi dalam pengajaran sastra anak. Bagian akhir buku memuat pembahasan tentang puisi tradisional seperti pantun dan syair, serta teknik penggalian isi dan amanatnya, dan ditutup dengan materi tentang penulisan serta teknik penulisan drama anak. | Buku "Bullying Fisik dan Verbal" ini dirancang khusus untuk menemani perjalanan belajar dan membaca siswa di Sekolah Dasar. Penulis membagi isi buku ini menjadi dua bagian yang menyenangkan dan mendidik. Untuk Kelas 2
SD (Fabel). Di bagian ini, adik-adik akan bertemu dengan tokoh-tokoh hewan di hutan ajaib. Melalui kisah fabel, kalian akan melihat bagaimana Kelinci, Merpati Putih , dan Elang menyelesaikan konflik yang muncul dari perilaku yang tidak baik.
Untuk Kelas 3 SD (Parabel). Bagian ini menyajikan cerita parabel yang lebih dalam. Adik adik Kelas 3 akan diajak untuk merenungkan akibat dari perkataan dan perbuatan dan akan membuka mata kalian bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. | Buku cerita ini berisi kumpulan kisah anak yang mengajarkan nilai empati, kerja sama, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tokoh-tokoh seperti Sali si salamander, Lolo si axolotl, Mici si caecilian, Adi di taman kota, Queena di waterpark, serta Dino, Bintang, dan Mela dalam kegiatan Pramuka, pembaca diajak memahami dampak buruk ejekan, kesombongan, dan tidak mau mendengarkan orang lain.
Setiap cerita menunjukkan bagaimana perilaku mengejek, meremehkan, atau merasa paling benar dapat menyakiti perasaan teman dan menimbulkan masalah, namun juga memperlihatkan bahwa kesadaran, permintaan maaf, keberanian membela yang benar, serta kerja sama dapat memperbaiki keadaan. Pada akhirnya, semua tokoh belajar bahwa perbedaan adalah kelebihan, kata-kata memiliki kekuatan, dan persahabatan yang dilandasi saling menghargai akan membawa kebahagiaan dan kedamaian bersama. |
Ulasan
Belum ada ulasan.