| Description |
| Penulis |
: |
Aulia Sari, Atta El-Rasyid,
& Annisa Rahma |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
31 |
|
| Penulis |
: |
Cindy Voice Gulo, Delvira Indriani, &
Demara Fitri |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
37 |
|
| Penulis |
: |
1. Nana Fauzana Azima
2. Yumna |
| Editor |
: |
Tim WGC |
| Nomor ISBN |
: |
(Dalam Pengajuan) |
| Tahun Terbit |
: |
2022 |
| Jumlah Halaman |
: |
152 |
|
| Penulis |
: |
Dasna Yenti |
| Editor |
: |
Tim Editor WGC |
| Nomor ISBN |
: |
978-623-95772-4-7 |
| Tahun Terbit |
: |
2023 |
| Jumlah Halaman |
: |
102 |
|
| Penulis |
: |
Arniati, S.Pd. |
| Editor |
: |
Nana Fauzana Azima, Yumna, & Nelfira Anjani |
| Nomor ISBN |
: |
978-623-99831-0-9 |
| Tahun Terbit |
: |
2023 |
| Jumlah Halaman |
: |
102 |
|
| Penulis |
: |
Aura Rhoidatul Qholbi, Azrha Natasya Amalni, dan Chintia Regina Sidabutar |
| Editor |
: |
Dr. Chandra, M.Pd. |
| ISBN |
: |
Dalam Pengajuan |
| Tahun Terbit |
: |
2025 |
| Jumlah Halaman |
: |
35 |
|
| Content | Cerita anak ini menggambarkan tentang bullying yang terjadi dilingkungan sekolah, masyarakat. cerita ini mengajarkan pentingnya besikap baik dan menghindari bullying. Melalui tokoh dalam cerita seperti Kodok, Katak, Bunglon, anak dapat memahami dampak dari perilaku bullying, seperti membuat teman merasa diterima, memanipulasi teman lain, dan menghalangi teman dalam ikut kegiatan. | Buku ini disusun berdasarkan keprihatinan penulis terhadap isu bullying (perundungan) di lingkungan sekolah, serta keyakinan bahwa cerita adalah media terbaik untuk membentuk karakter. Tujuannya adalah membantu siswa memahami, mencegah, dan mengatasi perilaku bullying melalui narasi yang menarik.
Materi dalam buku ini dibagi secara bertahap sesuai dengan tingkat pemahaman siswa:
1. Cerita Fabel (Kelas 2 SD): Menggunakan tokoh hewan seperti harimau, gajah, dan kuda untuk
mengenalkan konsep bullying dasar, persahabatan, dan toleransi dengan bahasa yang sederhana.
2. Cerita Parabel (Kelas 3 SD): Menggunakan latar kontekstual di lingkungan sekolah seperti Laboratorium IPA, Perpustakaan, dan Kantin Sekolah. | Cerita anak menrupakan karya tulis yang perlu terus dikembangkan. Sebab, cerita anak memiliki banyak peran dalam membentuk karakter dan pengetahuan anak. Oleh karena itu, lahirnya penulis-penulis cerita anak baru, menjadi sebuah aset yang perlu dipertahankan.
Menulis cerita anak merupakan kegiatan yang menarik. Namun, bergitu banyak penulis pemula yang belum memahami langkah strategis dalam menulis cerita anak. Sehingga, menyulitkan penulis pemula dalam menyelesaikan sebuah cerita anak.
Pada buku ini penulis menjelaskan secara rinci panduan dalam menulis cerita anak. Mulai dari persiapan, saat menulis, hingga tahapan setelah menulis. Buku ini terlahir untuk membantu para penulis pemula agar dapat melahirkan cerita-cerita anak yang menarik, mendidik, dan menghibur tentunya.
Pentingnya menanamkan karakter dalam cerita anak, merupakan esensi yang amat penting. Oleh karena itu, di dalam buku ini juga dijelaskan pengintegrasian karakter dalam cerita anak. | | Mendirikan Lembaga Pendidikan Al-qur'an adalah impian bagi banyak orang. Memberi manfaat, menebar kebaikan, dan mengais pahala menjadi harapan yang begitu diimpikan. Namun, banyak orang yang belum berani untuk mendirikannya, dikarenakan takut tidak dapat mengelolanya, tidak tahu bagaimana harus memulainya, khawatir karena tidak ada biaya, dan alasan lainnya.
Buku ini hadir sebagai jawaban atas semua kekhawatiran tersebut. Pondok Qur'an Al-Ikhlas adalah bukti bahwa doa dan ketulusan hati dapat menjadi modal untuk menjalankan niat yang baik.
Berangkat dari sebuah garasi sempit nan amat sederhana, lahirlah insan mulia penghafal Al-qur'an. Sebuah perjalanan yang begitu mengharukan, mengandalkan fasilitas seadanya, namun gelora semangat pendiri dan para penghafal Al-qur'an menjadi tiang pengokoh perjuangan itu. Berada di lingkungan yang harmonis, mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, menjadi salah satu pertahanan bagi pondok Qur'an ini.
Menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, mendapat dukungan moril dan materiel. Garasi kini telah bak istana bagi penghafal Qur'an, pondoknya telah semakin nyaman untuk ditempati. Berbagai kegiatan juga dapat terlaksana dengan luar biasa. Sebuah anugerah yang tidak terbayang oleh pendirinya. Kepedulian dari pemerintah daerah merupakan keajaiban yang memberi perubahan besar terhadap pondok Qur'an Al-ikhlas.
Bias Cahaya di Balik Garasi lahir untuk memberikan inspirasi bagi para pembaca tentang kesungguhan dalam berbuat kebaikan, serta sebagai pedoman bagi para pembaca tentang proses pendirian Lembaga Pendidikan Al-qur'an dan tata cara pengelolaannya. | Buku cerita ini berisi kumpulan kisah anak yang mengajarkan nilai empati, kerja sama, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tokoh-tokoh seperti Sali si salamander, Lolo si axolotl, Mici si caecilian, Adi di taman kota, Queena di waterpark, serta Dino, Bintang, dan Mela dalam kegiatan Pramuka, pembaca diajak memahami dampak buruk ejekan, kesombongan, dan tidak mau mendengarkan orang lain.
Setiap cerita menunjukkan bagaimana perilaku mengejek, meremehkan, atau merasa paling benar dapat menyakiti perasaan teman dan menimbulkan masalah, namun juga memperlihatkan bahwa kesadaran, permintaan maaf, keberanian membela yang benar, serta kerja sama dapat memperbaiki keadaan. Pada akhirnya, semua tokoh belajar bahwa perbedaan adalah kelebihan, kata-kata memiliki kekuatan, dan persahabatan yang dilandasi saling menghargai akan membawa kebahagiaan dan kedamaian bersama. |
Ulasan
Belum ada ulasan.