Deskripsi
Pengembangan kurikulum vokasional kesehatan ini didasari adanya praktik sistem pengobatan non medis yang berlaku di Indonesia yang dikenal dengan sistem pengobatan komplementer alternatif. Guna menimalisir terjadi malpraktik dari sistim ini, maka lembaga pendidikan dapat menjadi leading sector yang menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sistem pengobatan medis dan aternatif.
Tulisan ini merupakan hasil kajian melalui penelitian dan pengembangan (R&D), yang disponsori oleh program Litapdimas Kementerian Agama RI pada tahun 2022, klaster penelitian pengembangan terapan nasional. Penelitian ini dilakukan pada tiga provinsi yaitu Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Sejalan dengan temuan penelitian, buku ini menguraikan pengembangan model kurikulum vokasional kesehatan komplementer alternatif, mulai dari perencanaan kurikulum sampai pada implementasi kurikulum.
Pengobatan alternatif ini ada yang bersumber dari agama seperti bekam dan ruqyah, dan ada yang bersumber dari budaya seperti pijit, refleksi, totok punggung, herbal, dan pengobatan alternatif lainnya. Penyusunan kurikulum yang terkait dengan alternatif bertujuan untuk memperkaya kompetensi peserta didik dengan sistem pengobatan yang berlaku di masyarakat.



Ulasan
Belum ada ulasan.