Deskripsi
Dunia sering kali menuntut guru untuk menjadi sempurna: sabar tanpa batas, kuat tanpa jeda, dan bijak tanpa ragu. Namun, di balik senyum yang menyapa siswa setiap pagi, sering kali ada lelah yang disembunyikan rapat-rapat di balik tumpukan administrasi dan ekspektasi yang menyesakkan dada.
Buku ini bukanlah sekadar catatan prestasi atau metode pengajaran. Ia adalah sebuah pengakuan jujur dari seorang pendidik bahwa menjadi guru tidak selalu tentang cinta yang berkobar, melainkan juga tentang luka yang perlahan disembuhkan oleh harapan-harapan kecil di ruang kelas.
Lewat kisah Buk Desi, buku ini mengajak kita menyentuh sisi manusiawi seorang guru—sisi yang rapuh, yang lelah, namun tetap memilih untuk bertahan. Sebuah pelukan hangat bagi setiap guru yang merasa tersesat, pengingat bahwa kerentanan bukanlah kelemahan, melainkan bukti kepedulian yang mendalam.



Ulasan
Belum ada ulasan.